Aliran kata dari akal dan hati. Sebuah upaya menebar manfaat melalui jejak digital. Semoga menjadi علم ينتفع به .

9 September 2008

Baukah Mulutku?

Malam Jumat lalu (28/8/2008), saya menyaksikan acara Mario Teguh. Saya tertarik sekaligus tidak setuju dengan salah satu ucapannya bahwa "tidak ada doa yang mujarab". Katanya kurang lebih begini: "Kalau Anda cari di toko buku, Anda tidak akan menemukan buku tentang doa yang mujarab. Doa itu tergantung kita. Rasul, tanpa berdoa, awanpun sudah melindunginya".

Ucapannya saya bantah dalam hati. Bukankah Allah mengatakan: "Berdoalah kepada-Ku maka akan Aku kabulkan". Bahkan dalam banyak kesempatan, Rasulullah mengajarkan bahwa ada waktu dan doa tertentu yang maqbul.

Jumat sorenya, kami mengadakan pembekalan Ramadhan dengan pemateri Zuhdi Zaini. Kala itu beliau hadir di SD Islam Al-Azkar atas undangan dari Kepala Sekolah. Saya kaget, ketika beliau membahas hal terlarang dalam puasa, di antaranya dusta dan ghibah.

Katanya, keduanya itu merusak puasa. Itu jelas, tapi yang menarik adalah ketika ia mengandaikan Allah berkata kepada orang yang suka bohong dan ghibah: "Kamu tidak malu? Kemarin lidahmu kamu pakai berdusta dan mengghibah. Sekarang kamu berdoa kepada-Ku? Meminta-Ku memberi apa yang kamu minta?".

Zuhdi Zaini melanjutkan, “Bohong dan ghibah itu adalah kotoran tak terlihat. Bayangkan bila kita tidak pernah menyikat gigi dan lidah kita? Baukah mulut kita? Maukah orang berbicara dan berdekatan dengan kita? Kira-kira, seperti itulah bau mulut orang yang selalu dusta dan ghibah”.

Bau mulut peng-ghibah bahkan lebih dahsyat dari bau mulut orang yang tidak pernah menggosok gigi. Bau mulut orang yang pandai ghibah berbau bangkai manusia. Ghibah disamakan dalam Al-Quran sebagai prilaku kanibal.

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan) karena sebagian besar prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (Al-Hujurat [49]: 12)

Mudah-mudahan mulut kita tidak bau.


Note:

Ghibah adalah membicarakan keburukan orang lain.

Rasulullah pernah menyatakan bahwa membicarakan keburukan orang itu, jika salah disebut fitnah dan bila benar disebut ghibah. Jadi, sepakatkah Anda bila saya katakan: “lebih baik sibuk memperbaiki keburukan diri sendiri daripada membicarakan keburukan orang lain” ?

Tidak ada komentar: